Thursday, June 21, 2007
New stuff in course....
We are now in a course and he does something not related to course. That's fine, but paying your book while course is in action? Wew that's new... I hope I could see his credit card number and security code. If I could do that, maybe I could book my flight to Indonesia ^^
Tuesday, June 19, 2007
Write in english or indonesian?
After considering a lot of time, I realized that I have two blogs, here in blogspot and the other one in the multiply. Usually, I only create one posting in blogspot and let multiply system to aggregate my post here and add to my multiply blog. Maybe you are curious why I do it? If you're not, I keep telling you the reason why ^_^. Blogspot is my first blog and I use blogspot for my study and brainstorming idea, on the other hand, at first multiply is used to enable me download my friend's songs. Hey, Dude, dont tell anyone about it, OK ^^. I feel that writing blogpost in two place is time-consuming and not interesting. So, if I let multiply aggregate my post in blogpost, I will have more time to do other things.
But then again I realize, Dude, it makes no sense to have two equivalent blogs. What's the use? OK, I could argue that I have different community for both of them. In blogpost, my friends are mainly from Indonesia, such as, my best friend, my juniors, my colleagues, whereas in multiply, my friends are mainly from Aachen germany. But still, it does not make sense, at least for me, Dude ^^.
I've ever decided to differentiate topics for blogspot and multiply. I would like to use blogspot for academic and serious things, while multiply for other things. But then again, another problem appears. My friends in blogspot really like to write something so funny, unusual, interesting. So, if I became the only one who write something so serious and academical, where should I put my face ^^. Huheuehuheuheuue...
I also think that my english is still bad for academic use. You know what, Dude? My supervisor always tells me to work on my languages. Oh please Dude, You know how shameful it is to hear that from him T_T. OK from now on, I'd like to try to write english here and indonesia in my multiply blog.
Monday, June 18, 2007
Kisah-kisah di Sportfest Koeln 2007
Akhirnya, sesuai janji yang pernah gw berikan ke seorang temen, akhirnya gw nulis juga tentang Sportfest Koeln 2007. Mungkin bakal ada yang nanya, "kok baru sekarang nulisnya?". Hehehe ini semua karena ada cerita sedih di balik sportfest koeln 2007 ^^.
OK, sportfest koeln bisa dikatakan adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh kawan-kawan dari PPI Koeln. Seperti tahun lalu, PPI Koeln menyelenggarakan dua cabang olahraga yang bisa diikuti oleh kawan-kawan dari PPI yang lain, yaitu sepakbola dan bola basket. Untuk bola basket, pertandingan diselenggarakan untuk putra dan putri, sedangkan sepakbola hanya untuk laki-laki. Kawan-kawan dari Aachen pun ikut serta dengan mengirimkan tim sepakbola putra dan tim bola basket putra.
Malang tak dapat ditolak, tim basket Aachen tidak mampu berbicara banyak di sportfest kali ini. Tim bola basket Aachen menemui lawan yang tidak berimbang, yaitu Tim Bule alias orang asing Koeln. Gila aja...masa pemain tertinggi di tim basket Aachen lebih pendek daripada pemain terpendek di tim basket bule. Kawan-kawan Aachen jadinya super BT dan super kesel, tapi apa boleh buat. Bagaimanapun juga gw sangat bangga dengan perjuangan kawan-kawan. Untuk bermain di sportfest Koeln 2007, mereka telah berlatih berkali-kali dengan rutin.
Tim sepakbola ternyata juga tidak dapat berbuat banyak bahkan tidak dapat lolos dari babak penyisihan. Padahal tahun lalu, Aachen mampu lolos dari babak penyisihan walaupun kalah di pertandingan berikutnya. Yang sedihnya lagi, Aachen dikalahkan oleh tim yang tahun lalu mengalahkan Aachen juga dengan nilai yang sama, yaitu 1-0. Gol juga dicetak oleh orang yang menguburkan harapan Aachen tahun lalu, dari pojok yang sama, dengan gaya tendangan yang sama, ke sudut gawang yang sama, pada saat gawang menghadap arah mata angin yang sama, gawang pun dijaga oleh penjaga gawang yang sama, GW.... TTTTIIIIIIDDDDAAAAAKKKKKKKK!!!!!!!! Gw kembali teringat kejadian tahun lalu...sangat menyakitkan dikalahkan dengan skor 1-0. Anehnya selama dua tahun ini, Aachen hanya mampu mencetak satu gol dan kebobolan satu gol (yang sedihnya juga merupakan gol yang membuat angan-angan menjadi juara sepak bola tetap menjadi angan-angan.
Aaaahh...apaan sih..gw kan menulis ini karena udah overcome kesedihan gw itu. Yaa bagaimanapun juga, bagi gw ada hal-hal positif yang gw lihat selama dan setelah sportfest itu. Gw ngerasa kawan-kawan menjadi lebih kompak dan lebih dekat. Tim basket sekarang udah punya jadwal latihan tetap dan kawan-kawan dari tim sepakbola jadi lebih bersemangat untuk dapat bermain lebih baik lagi. Gw sendiri merasa lebih bersemangat bermain bola, walaupun gw mungkin gak akan bermain bola lagi di sportfest tahun depan karena gw mungkin udah lulus. Hahaha..ternyata pikiran gak bisa ikutan main di sportfest tahun depan bisa bikin gw sedih juga ya. Hahaha...yaa setelah dua kali mengikuti sportfest paling gak gw ngerasa kemampuan bermain bola gw berkembang, walaupun kemampuan sebagai kiper menurun, tapi mungkin kemampuan secara keseluruhan bertambah.
BANZAI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Thursday, June 14, 2007
AAAAAAaaaaaaaaaarrrrgggghhhh!!!!
It's frustating..It boils my head...and it takes a lot of time just to speak my mind out. Yah...itu kurasakan ketika mendengar cerita kawanku. Ternyata selama ini aku salah paham....Malu rasanya kalau mengingat kembali kemarahanku selama ini kepada seorang sahabat lama..hanya karena sebuah kalimat yang ternyata kuartikan salah.....
Saat terdiam, aku memikirkan semua kilas balik kejadian. Bagaimana pembicaraan itu dimulai, bagaimana pernyataan itu terlontar dan bagaimana amarah itu bersarang. Yah, kelihatannya ini semua akibat aku menafsirkan pernyataan sahabatku sebagai penolakan atas sesuatu yang kuanggap baik. Maka, ketika sesuatu yang kuanggap baik itu ditolak, yang hadir hanyalah amarah dan keinginan untuk memutus tali silaturahmi.
Namun, setelah sahabatku yang lain menenangkan hatiku dan menarasikan kisah sang sahabat lama, yang hadir adalah rasa malu dan amarah. Namun, ini amarah yang berbeda. Aku malu atas kelakuanku sendiri...malu atas kekerdilan hatiku sendiri...malu atas kesempitan pandanganku...marah atas ketidakberdayaanku...marah atas ketidakhadiranku...dan marah atas cepatnya aku memilih untuk memutuskan tali silaturahmi.
Seandainya ada kesempatan, seandainya ada waktu, seandainya ....
Tidak...semua yang seandainya itu tidak ada...
Hanya kerelaan darimu atas kesalahanku dan permintaan maafku..
Maafkan aku sahabat...atas sikapku dan semua yang lalu...
Aachen, 14 Juni 2007 Tengah malam
Persembahan untukmu, Sahabat....